Kamis, 18 Desember 2014

25 29 31 ( christmas Day, Bithday day, and New Years )



Dear Christmas Day, Birth Day  and New years (25, 29, 31)

Hari-hari menyedihkan yang terlewati sepanjang ini, Tahun lalu aku juga pernah melewati ini, bersama mereka yang ku cintai, merayakan natal yang sederhana, tanpa keluarga yang lengkap, Karena abang Ku Melki sibuk dengan Kuliah Dan Magang Nya yang membuat dia tidak dapat pulang untuk sekedar ke gereja merayakan malam natal atau hari natal bersama di pagi hari…


Tapi aku membiarkan semuanya berlalu apa adanya, ku biarkan waktu membawa ku pergi tanpa harus pernah berpikir kalau itu menyedihkan. 4 hari setelah natal adalah hari specialku, Tuhan Memberikan aku Satu tahun pertambahan Umur pada hari itu, aku mendapatkan banyak ucapan selamat Ulang tahun, dari teman, sahaba, guru, keluarga juga orang-orang yang mengenalku meski tidak begitu tau siapa aku, mereka juga mengucapkan selamat ulang tahun pada ku, tepat jam 12 malam, aku juga mendapatkan 2 orang special  pertama yg mengucapkan selamat ulang tahun padaku, dan tak pernah kulupakan itu. Mereka orang-orang yang special, namun ada hal yang membuatku begitu sedih.., karna setelah saat itu, mereka seolah menjauh dari hidupku, bahkan melihat bayangan merka saja, terasa begitu jauh. Miya.. Dia seorang sahabat yang baik, aku tau dia sangaat sayang dan bahkan mungkin cinta sama aku, sangat menyenangkan untuk aku, karna dia begitu menganggap ku berharga, aku bisa melihat itu saat dia bangun tengah malam hanya untuk aku, ucapan sederhana dan harapan yg simple itu cukup membuka hari special yg ku tunggu, Pertambahan usia.namu setelah hari itu, ntah enapa waktu menguba semuanya, kedekatan aku dan miya yang dulu terjalin romantic sebagai seorang Best Friend, kini terlihat jarak antara kami, mungkin aku yang berubah atau waktu yang memang mengubah semuanya, hingga kini aku sangat mencintai sosok sahabat yang ku kenal pertama kali saa aku masuk SMA itu, aku menyayangi dia, meski kami ngak sedekat dulu lagi, aku membiarkan wakt mebuat kai berjalan amasing-masing, untuk dewasa, namun dia tetap seorang sahabt terbaik yang pernah ku miliki, aku mencintai dia Tuhan sampai sekarang dia sehabatku, jika waktu berubah, aku ingin minta agar tetap dekat dengan, aku ingin persahabatn in tetap enjadi persahabtan yang hebat yang akan ku tulis nanti dalam bukuku jika aku sudah bukan anak SMA lagi, Romiya My Best Friend.



Trial, dia orang kedua yang mengucapkan Happy birthday pada ku, dia adalah seorang teman yg ku temui, yg ku anggap berharga dank ku jadikan sebagai Brother, yeah.. may like that. Aku  sangat menyayanginya, bahkan tanpa harus melihatnapun aku  bisa menyayangi dia, dengan sikap dingin dia, sikap kasarnya, sombongnya dia yg selalu mengatakan bahwa dia itu ngak butuh siapa-siapa ngak perlu bersikap baik padanya, dia orang yg aneh, tapi ntah lah, aku merasa senang saat bisa mengobrol dengannya, aku bisa melihat dia bukan orang yang buruk, aku  bisa melihat dia seorang yang baik. 29 hari itu, dia orang kedua yg mengucapkan salam pembuka hari kelahiranku, aku merasa begitu sangat bahagia, berbeda dengan Romiya yang merupakan sahabat aku, jadi kurasa wajar saja kalau dia akan melakukan demikian, namun Trial juga, mungkin dia melakukan itu karna menganggapku sebagai kakanya, ia mungkin. Dan saat itu dia mengucap Selamat ulang tahun pada, dengan kata-kata sedehana namun begitu berarti, ntah kenapa. Tapi, semenjak saat itu, hari-hari berlalu dengan cepat, sehari, seminggu, sebulan, dan terus berlalu. Aku merasakan kehilangan sosok dia dari hidupku, dia berubah begitu dingin, padahal saat aku sudah begitu sangat menyayangi dan bahkan mencintai dia, ntah dalam sosok apa, aku sangat menyayangi dia, aku merasa takut kehilangan dia, dan bodohnya aku juga cemburu saat tau dia punya teman-teman yg lebih dari aku. Sikapnya berubah bahkan drastis, perhatianku padanya, bahkan ngak berarti apa-apa, dia begitu cuek,dan dingin,  sampai akhrnya aku lelah, aku capek dengan semua yg aku lakukan dibalas dengan sikap dingin, belum pernah seorangpun yang memperlakukan aku seperti ini, aku sadar jika aku bertahan, ini terlalu bodoh dan aku pergi, dia juga pergi.. mungkin dia sudah lama melupakan aku sekarang, Pelangi dan Malaikat Ku, dia bukan orang yg ku maksud dulu  , dia udah hilang, sekarang hanya tinggal bayangan waktu mengubahnya begitu berubah sampai aku ngak bisa percaya kalau dia yg dulu itu yang sekarang sungguh sangat ku benci tapi juga sangat ku rindukan.

Doa ku untuknya, melihatnya bahagia Tuhan, aku juga bahagia. Aku merinduhkannya Tuhan, jika dia yg sekarang adalah dia yang dulu aku ingin sekali bisa berteman dengannya, namun ini bukan dia yang dulu, hilangkan dia dari hidupku, lupakan aku padanya, dan biarkan aku hidup tanpa merinduhkan dia yg dulu untuk kembali.

Masih Pada 29, pagi itu mama membangungkanku dan membawakanku sebuah cake besar dan lilin yang menyalah,aku meniup lilinya dan membuat permintaa dalam hatiku pada Tuhan. Menyenangka sekali.





Sorenya juga kau mendapatkan kejutan special dari Miya, eka, riska, tanpa desi, merayakan ulang Tahun  bersama mereka di pantai, juga sngat menyenangkan, namun sayang sekali Desi melupakan Hari ulang Tahunku dan bahkan tidak pernah mengucapkaannya hingga kini, dan menyedihkan sekali aku jua menunggu ucapan dari abang ku melki, namun dia bahkan tidak pernah mengingatnya hingga hari ini, ntah Tahun ini apakah dia bisa ingat ? aku sangat mengharapkanya.

31 desember, perayaan tahun baru, semuanya jga biasa saja, kami tidak akan pernah merayakan sesuatu secara meriah saat anggota kelurga belum berkumpul semua, karna saat itu lagi-lagi abang ku melki tidak dapat pulang meninggalkan pekerjaaan magangnya saat itu.

Terkaadang aku merasa cemburu sama pacar abangku, kenapa abangku tidak lupa akan ulang taun pacarnya, tapi sama aku dia lupa? Dia juga setelah malam tahun baru pulang, tapi justru merayakan tahun baru bersama teman dan pacarnya, aku cemburu, aku marah, dia bahkan ngak pernah mengcapkan happy birthday padaku aku sedih, tapi lagi-lagi , ku biarkan semuanya berlalu.

Doaku untuknya, aku berhaap Melki menginga ulang tahunku pada tanggal 29 nanti, aku menyayangi dia, dan mencintai sosok abang menyebalkan seperti dia, walaupun kasar, menyebalkan, dan selalu membuat ku marah, tapi aku encintainya Tuhan.

Untuk Ayah ku, juga orang yang selalu menyayangiku, memarahiku, membuatku ketawa dan tidak pernah lupa ulang tahunku, Terimakasih Tuhan Untuk ayah yg hebat seperti dia juga Ibu yang luar biasa sepeti mama,sekecil apapun kado selalu ada untukku setiap kal ulang tahun, aku mencintai mereka Tuhan.

Sekarang mereka begitu sibuk dengan urusan mereka yang membuatku merasa sendiri, bahkan untuk memperlihtakan nilai bagusku pada mereka saja, mereka tidak punya waktu untuk melihatnya,aku sedih Tuhan, aku benci, kenapa kekacauan selalu terjadi pada wktu yang tidak tepat?

Aku merinduhkan mereka yang selalu perhatian padaku, aku merasa sendiri, aku sedih Tuhan.

Doaku untuk Natal, Ulang tahun, dan Tahun Baru.



Aku ingin keluarga ku lengkap saat perayaan nanti, aku ingin keluarga kecilku ini selalu bersama, bersatu, dan damai, aku ingin teman-temanku etap menjai teman yg hebat untuk ku dan sahabat-sahabatku akan tetap menjadi sahabat yang baik pula untukku. Dan berharap Trial yg dulu ku kenal akan kembali menjadi sahabatku.

Aku mencintai mereka semua, Orang Tuaku, steven, Iyan, adit, melki, keluarga besarku, sahabat-sahabatku, Rizky, marlis, Griss, miya, eka, desi, rizan, dinan, komar, Mario, sinta, gary, keke, dan semunya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar