Dear Christmas
Day, Birth Day and New years (25, 29,
31)
Hari-hari
menyedihkan yang terlewati sepanjang ini, Tahun lalu aku juga pernah melewati
ini, bersama mereka yang ku cintai, merayakan natal yang sederhana, tanpa
keluarga yang lengkap, Karena abang Ku Melki sibuk dengan Kuliah Dan Magang Nya
yang membuat dia tidak dapat pulang untuk sekedar ke gereja merayakan malam
natal atau hari natal bersama di pagi hari…
Tapi aku
membiarkan semuanya berlalu apa adanya, ku biarkan waktu membawa ku pergi tanpa
harus pernah berpikir kalau itu menyedihkan. 4 hari setelah natal adalah hari
specialku, Tuhan Memberikan aku Satu tahun pertambahan Umur pada hari itu, aku
mendapatkan banyak ucapan selamat Ulang tahun, dari teman, sahaba, guru,
keluarga juga orang-orang yang mengenalku meski tidak begitu tau siapa aku,
mereka juga mengucapkan selamat ulang tahun pada ku, tepat jam 12 malam, aku
juga mendapatkan 2 orang special pertama
yg mengucapkan selamat ulang tahun padaku, dan tak pernah kulupakan itu. Mereka
orang-orang yang special, namun ada hal yang membuatku begitu sedih.., karna
setelah saat itu, mereka seolah menjauh dari hidupku, bahkan melihat bayangan
merka saja, terasa begitu jauh. Miya.. Dia seorang sahabat yang baik, aku tau
dia sangaat sayang dan bahkan mungkin cinta sama aku, sangat menyenangkan untuk
aku, karna dia begitu menganggap ku berharga, aku bisa melihat itu saat dia
bangun tengah malam hanya untuk aku, ucapan sederhana dan harapan yg simple itu
cukup membuka hari special yg ku tunggu, Pertambahan usia.namu setelah hari
itu, ntah enapa waktu menguba semuanya, kedekatan aku dan miya yang dulu
terjalin romantic sebagai seorang Best Friend, kini terlihat jarak antara kami,
mungkin aku yang berubah atau waktu yang memang mengubah semuanya, hingga kini
aku sangat mencintai sosok sahabat yang ku kenal pertama kali saa aku masuk SMA
itu, aku menyayangi dia, meski kami ngak sedekat dulu lagi, aku membiarkan wakt
mebuat kai berjalan amasing-masing, untuk dewasa, namun dia tetap seorang
sahabt terbaik yang pernah ku miliki, aku mencintai dia Tuhan sampai sekarang
dia sehabatku, jika waktu berubah, aku ingin minta agar tetap dekat dengan, aku
ingin persahabatn in tetap enjadi persahabtan yang hebat yang akan ku tulis
nanti dalam bukuku jika aku sudah bukan anak SMA lagi, Romiya My Best Friend.
Trial, dia orang
kedua yang mengucapkan Happy birthday pada ku, dia adalah seorang teman yg ku
temui, yg ku anggap berharga dank ku jadikan sebagai Brother, yeah.. may like
that. Aku sangat menyayanginya, bahkan
tanpa harus melihatnapun aku bisa
menyayangi dia, dengan sikap dingin dia, sikap kasarnya, sombongnya dia yg
selalu mengatakan bahwa dia itu ngak butuh siapa-siapa ngak perlu bersikap baik
padanya, dia orang yg aneh, tapi ntah lah, aku merasa senang saat bisa
mengobrol dengannya, aku bisa melihat dia bukan orang yang buruk, aku bisa melihat dia seorang yang baik. 29 hari
itu, dia orang kedua yg mengucapkan salam pembuka hari kelahiranku, aku merasa
begitu sangat bahagia, berbeda dengan Romiya yang merupakan sahabat aku, jadi
kurasa wajar saja kalau dia akan melakukan demikian, namun Trial juga, mungkin
dia melakukan itu karna menganggapku sebagai kakanya, ia mungkin. Dan saat itu
dia mengucap Selamat ulang tahun pada, dengan kata-kata sedehana namun begitu
berarti, ntah kenapa. Tapi, semenjak saat itu, hari-hari berlalu dengan cepat,
sehari, seminggu, sebulan, dan terus berlalu. Aku merasakan kehilangan sosok
dia dari hidupku, dia berubah begitu dingin, padahal saat aku sudah begitu
sangat menyayangi dan bahkan mencintai dia, ntah dalam sosok apa, aku sangat
menyayangi dia, aku merasa takut kehilangan dia, dan bodohnya aku juga cemburu
saat tau dia punya teman-teman yg lebih dari aku. Sikapnya berubah bahkan
drastis, perhatianku padanya, bahkan ngak berarti apa-apa, dia begitu cuek,dan
dingin, sampai akhrnya aku lelah, aku
capek dengan semua yg aku lakukan dibalas dengan sikap dingin, belum pernah
seorangpun yang memperlakukan aku seperti ini, aku sadar jika aku bertahan, ini
terlalu bodoh dan aku pergi, dia juga pergi.. mungkin dia sudah lama melupakan
aku sekarang, Pelangi dan Malaikat Ku, dia bukan orang yg ku maksud dulu , dia udah hilang, sekarang hanya tinggal
bayangan waktu mengubahnya begitu berubah sampai aku ngak bisa percaya kalau
dia yg dulu itu yang sekarang sungguh sangat ku benci tapi juga sangat ku
rindukan.
Doa ku untuknya,
melihatnya bahagia Tuhan, aku juga bahagia. Aku merinduhkannya Tuhan, jika dia
yg sekarang adalah dia yang dulu aku ingin sekali bisa berteman dengannya,
namun ini bukan dia yang dulu, hilangkan dia dari hidupku, lupakan aku padanya,
dan biarkan aku hidup tanpa merinduhkan dia yg dulu untuk kembali.
Masih Pada 29,
pagi itu mama membangungkanku dan membawakanku sebuah cake besar dan lilin yang
menyalah,aku meniup lilinya dan membuat permintaa dalam hatiku pada Tuhan.
Menyenangka sekali.
Sorenya juga kau
mendapatkan kejutan special dari Miya, eka, riska, tanpa desi, merayakan ulang
Tahun bersama mereka di pantai, juga
sngat menyenangkan, namun sayang sekali Desi melupakan Hari ulang Tahunku dan
bahkan tidak pernah mengucapkaannya hingga kini, dan menyedihkan sekali aku jua
menunggu ucapan dari abang ku melki, namun dia bahkan tidak pernah mengingatnya
hingga hari ini, ntah Tahun ini apakah dia bisa ingat ? aku sangat
mengharapkanya.
31 desember,
perayaan tahun baru, semuanya jga biasa saja, kami tidak akan pernah merayakan
sesuatu secara meriah saat anggota kelurga belum berkumpul semua, karna saat
itu lagi-lagi abang ku melki tidak dapat pulang meninggalkan pekerjaaan
magangnya saat itu.
Terkaadang aku
merasa cemburu sama pacar abangku, kenapa abangku tidak lupa akan ulang taun
pacarnya, tapi sama aku dia lupa? Dia juga setelah malam tahun baru pulang,
tapi justru merayakan tahun baru bersama teman dan pacarnya, aku cemburu, aku
marah, dia bahkan ngak pernah mengcapkan happy birthday padaku aku sedih, tapi
lagi-lagi , ku biarkan semuanya berlalu.
Doaku untuknya,
aku berhaap Melki menginga ulang tahunku pada tanggal 29 nanti, aku menyayangi
dia, dan mencintai sosok abang menyebalkan seperti dia, walaupun kasar,
menyebalkan, dan selalu membuat ku marah, tapi aku encintainya Tuhan.
Untuk Ayah ku,
juga orang yang selalu menyayangiku, memarahiku, membuatku ketawa dan tidak
pernah lupa ulang tahunku, Terimakasih Tuhan Untuk ayah yg hebat seperti dia
juga Ibu yang luar biasa sepeti mama,sekecil apapun kado selalu ada untukku
setiap kal ulang tahun, aku mencintai mereka Tuhan.
Sekarang mereka
begitu sibuk dengan urusan mereka yang membuatku merasa sendiri, bahkan untuk
memperlihtakan nilai bagusku pada mereka saja, mereka tidak punya waktu untuk
melihatnya,aku sedih Tuhan, aku benci, kenapa kekacauan selalu terjadi pada
wktu yang tidak tepat?
Aku merinduhkan
mereka yang selalu perhatian padaku, aku merasa sendiri, aku sedih Tuhan.
Doaku untuk Natal,
Ulang tahun, dan Tahun Baru.
Aku ingin keluarga
ku lengkap saat perayaan nanti, aku ingin keluarga kecilku ini selalu bersama,
bersatu, dan damai, aku ingin teman-temanku etap menjai teman yg hebat untuk ku
dan sahabat-sahabatku akan tetap menjadi sahabat yang baik pula untukku. Dan
berharap Trial yg dulu ku kenal akan kembali menjadi sahabatku.
Aku mencintai
mereka semua, Orang Tuaku, steven, Iyan, adit, melki, keluarga besarku,
sahabat-sahabatku, Rizky, marlis, Griss, miya, eka, desi, rizan, dinan, komar,
Mario, sinta, gary, keke, dan semunya.




